Saturday, April 7, 2018

Senam Aerobik Jaman Now Terkece




Apa itu Senam Aerobik?

Senam aerobik adalah serangkaian gerak yang dipadukan dengan irama musik yang telah dipilih dengan durasi tertentu. Aerobik mengandung pengertian suatu sistem latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemasukan oksigen di dalam jaringan tubuh. Pemasukan oksigen ini ditentukan oleh kapasitas maksimal paru-paru saat menghirup udara. Latihan aerobik yang dilakukan secara teratur dengan takaran yang cukup akan memperbaiki kerja jantung dan paru-paru.


Manfaatnya :
a. Meningkatkan Daya Tahan Jantung dan Paru-Paru
b. Meningkatkan Kekuatan Otot
c. Meningkatkan Kelentukan
d. Komposisi Tubuh


Menurut cara melakukan dan musik yang mengiringinya, senam aerobik dapat dibagi sebagai berikut:
1) Low impact aerobic, yaitu senam aerobik gerakan ringan.
2) Higt impact aerobic, yaitu senam aerobik gerakan keras.
3) Discorobic, yaitu kombinasi antara gerakan ringan dan keras.
4) Rockrobic, yaitu kombinasi antara gerakan ringan dan keras.
5) Aerobic sport, yaitu kombinasi antara gerakan aerobik keras dan ringan.
6) Aerobic dance, yaitu senam aerobik yang dilakukan dengan kombinasi bentuk tarian yang indah.
7) Aerobik dengan menggunakan alat, pada dasarnya adalah upaya menambah variasi, intensitas, serta volume latihan agar lebih meningkat. Biasanya, menggunakan peralatan, antara lain kursi, bangku, tali (pita), tongkat, dan bola.

  

Tuesday, April 3, 2018

Contoh Proposal Pengajuan Usaha





KATA PENGANTAR


Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kepada kami limpahan karunia serta anugerahnya sehingga kami dapat menyelesaikan proposal usaha yang semoga dilancarkan segala yang kami niatkan dalam rangka membangun kemandirian. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang karenanya dunia menjadi penuh cahaya pengetahuan dan keimanan sebagai tauladan pemimpin berakhlakul karimah serta pengusaha muslim yang menjadi rahmat bagi semesta alam.

Namun demikian, kebutuhan modal yang besar menjadi salah satu alasan menjadikan kami mengajukan proposal usaha sebagai ikhtiar kami dalam mendapatkan modal dari para investor.

Kami sadar bahwa dalam proposal usaha yang kami susun masih terdapat banyak ketidak sempurnaan termasuk dalam penyusunan konsep kewirausahaan yang kami ajukan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya saran dan kritik guna perbaikan di masa yang akan datang.



Kuningan, April 2018


Tim Penyusun


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1.       Latar belakang

1.2.       Visi dan Misi Usaha

1.3.       Tujuan

1.4.       Sasaran

1.5.       Nama usaha

1.6.       Tempat usaha

BAB II ASPEK PEMASARAN

2.1         Segmentasi, Targeting, Positioning

2.2         Maketing Mix

2.3         Analisis SWOT dalam perkembangan usaha

BAB III ASPEK PRODUKSI

3.1         Spesifikasi Produk

3.2         Penentuan Kapasitas dan Rencana Produksi

3.3         Proses produksi

3.4         Tenaga Kerja

3.5         Penentuan Lokasi dan Tata Letak Usaha

BAB IV ASPEK KEUANGAN DAN KELAYAKAN USAHA

1.1         Jumlah dan Struktur Permodalan

1.2         Target Minimum Penjualan

1.3         Pengalokasian Dana

BAB V PENUTUP

KESIMPULAN


 BAB I

PENDAHULUAN


1.1.      Latar belakang

Dengan perkembangan zaman dan teknologi, maka sebagian orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan, karena pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan menggunakan bahan kimia yang berbahaya.

Berdasarkan hal tersebut maka sangat  potensial bila kami membuka dan mengembangkan usaha Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) karena sebagian dari masyarakat sangat menyukai Jagung karena rasanya yang enak, gurih dan nikmat. Dengan harapan pelanggan akan tertarik untuk datang dan membeli. Selain mempertimbangkan kemudahan dalam pengolahan, dengan berbagai inovasi yang dilakukan dibandingkan produk jagung lainnya, Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding)  berpotensi untuk dikembangan di wilayah sekitar Kampus. Hal ini didukung pula oleh luasnya segmentasi pasar yang dicakup oleh produk jajanan ini serta pula harga yang tergolong terjangkau untuk kantong para mahasiswa.

1.2.      Visi dan Misi Usaha

·           Visi

Menjadi Usaha jagung manis dengan pelayanan terbaik dan kualitas  rasa yang unggul

·           Misi

a.       Memberikan farian rasa baru

b.      Meningkatkan kualitas rasa

c.       Meningkatkan kualitas pelayanan yang ramah, tepat, dan bermutu.

1.3.      Tujuan

1.    Tujuan Pendirian usaha

Usaha ini saya dirikan agar para konsumen dapat membeli Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) dengan rasa yang mereka inginkan. Selain itu  dengan adanya usaha  Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) ini menjadi peluang bagi kami untuk lebih mengembangkan kemampuan dalam bidang berbisnis, agar meraih keuntungan yang besar dan juga mampu membuat lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

2.    Tujuan Pembuatan proposal

Proposal yang saya buat ini bertujuan untuk :

1)   Sebagai tugas mata kuliah kewirausahaan

2)   Untuk menambah pengetahuan dalam merencanakan pendirian suatu usaha.

3)   Sebagai media yang bisa diaplikasikan oleh calon pengusaha lain yang ingin mengolah produk dari jagung.   

1. 4 .     Sasaran

Dalam usaha ini sasaran yang saya tujuan adalah semua kalangan yaitu mulai dari anak-anak, para mahasiswa maupun kalangan orang tua.

1.5 .    Nama usaha

Kami mendirikan usaha ini dengan nama “Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding)”.

1.6 .    Tempat usaha

Kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan


BAB II

ASPEK PEMASARAN


2.1  Segmentasi, Targeting, Positioning

a.        Daerah Pemasaran (Market Segmenting)

Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) mempunyai skala pemasaran depan kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan

b.        Pasar Sasaran (Market Targeting)

Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) ini tidak hanya ditujukan untuk orang dewasa namun juga tersedia menu untuk anak-anak, dan remaja, sehingga sasaran pemasarannya ini cukup luas.

c.         Positioning

Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) merupakan makanan cemilan sehat dan terjangkau di berbagai kalangan karena disajikan dengan kemasan khusus dan tanpa menggunakan bahan pengawet yang dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh.

2.2  Maketing Mix

1.      Product ( Produk )

Produk Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) yang di produksi merupakan produk berbahan baku jagung manis yang di rebus dan di sajikan secara hangat, produk yang dihasilkan tanpa menggunakan bahan pengawet maupun penyedap rasa, sehingga kandungan gizi dan serat dalam jagung tersebut tetap terjaga. Kemasan yang di gunakan cup atau gelas 100 gram berbahan plastik.

2.      Price ( Harga )

Harga satuan dari Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) bervariasi antara Rp. 6000 s/d Rp. 10.000 sesuai dengan rasa yang di inginkan oleh konsumen.

3.      Promotion ( Promosi )

Promosi dilakukan dari orang ke orang (individu), media sosial, teman, sahabat.

4.      Place ( Lokasi )

Lokasi yang akan kami pilih adalah di sekitar wilayah kampus dan menjadikan mahasiswa dan dosen sebagai sasaran utama dikarenakan adanya sifat konsumtif mahasiswa dan dosen terhadap jajanan ringan yang mengenyangkan, terlebih Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding)  yang kami produksi mempunyai nilai gizi yang tinggi serta pula harganya yang terjangkau.

2.3  Analisis SWOT dalam perkembangan usaha

·           Strenght (kekuatan):

1.         Harganya yang terjangkau.

2.         Mempertahankan cita rasa dari jagung manis.

3.         Pelayanan yang baik.

·           Opportunity (Peluang):

1.         Mempunyai relasi yang baik antara penjual jagung dan penyetor jagung

2.         Tempat yang strategis dan bisa dijadikan tempat nongkrong para anak muda.

·           Weakness (kelemahan):

1.       Tidak dapat memenuhi pesanan dalam jumlah banyak, karena produk dibuat dalam jumlah terbatas dan waktu yang cukup lama.

·           Threat (Ancaman):

1.    Ada sebagian jagung yang busuk yang dibeli di petani jagung, yang mengakibatkan kerugian.

2.    Banyaknya para penjual jagung lainnya yang bersaing untuk menarik hati para konsumen.

3.   Apabila tidak bisa memenuhi keinginan pelanggan maka akan mempengaruhi terhadap kepuasan konsumen.



BAB III

ASPEK PRODUKSI


3.1   Spesifikasi Produk

Produk yang dibuat oleh  JaSKiding   ialah produk Jagung Susu Kental Puding yang dikemas dalam cup. JaSKiding  merupakan salah satu jajanan yang bergizi, enak dan memiliki banyak rasa sesuai keinginan konsumen. Bahan dasar JaSKiding  ialah jagung manis pretel yang dikukus. Topping puding yang digunakan sebagai tambahan rasa ialah rasa coklat, vanila, green tea, strawberry, blueberry dan masih banyak variasi rasa lainnya. Sebagai bahan pelengkap, jagung manis ini menggunakan mentega untuk menambah cita rasa gurih pada jagung manis. JaSKiding memiliki manfaat sebagai jajanan sehat yang memiliki banyak varian rasa. JaSKiding merupakan jajanan yang cukup mengenyangkan dan juga bergizi, karena bahan dasar jagung manis yang digunakan serta topping yang sangat beragam.

3.2   Penentuan Kapasitas dan Rencana Produksi    

JaSKiding memiliki kapasitas produksi 910 cup per bulan dengan rincian 6 hari kerja per minggu dengan kapasitas 35 cup per harinya. Untuk perencanaan strategis, proyeksi kapasitas dilakukan dalam jangka minimal 6 bulan ke depan, sesuai dengan rencana produksinya.

3.3    Proses produksi

Di dalam proses Pembuatan JaSKiding relative mudah, yang perlu dipersiapkan ialah jagung manis yang sebelumnya dicuci terlebih dahulu dengan air bersih dan kemudian dipreteli dari bonggolnya. Selanjutnya jagung dikukus selama 15 menit sampai empuk. Setelahnya jagung sudah bisa disajikan dengan topping puding yang diinginkan. Perlu diketahui proses pengukusan jagung ini dapat dilakukan langsung ditempat penjualan, Jagung bisa selalu ada dalam kondisi hangat karena selama penyajian jagung masih berada dalam kukusan.

Untuk penyajian bagi konsumen : konsumen yang memesan JaSKiding akan diberikan satu cup jagung manis kukus yang sudah diberi margarine sebagai penambah rasa. Untuk pelengkap rasa, konsumen bisa memesan topping puding yang diinginkan sesuai selera

3.4    Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang digunakan oleh JaSKiding berjumlah  2 orang. Untuk pembagian kerja fungsional akan dikerjakan secara bersama-sama.

3.5    Penentuan Lokasi dan Tata Letak Usaha

Lokasi tempat JaSKiding ini dijual ialah di sebuah stand gerobak etalase yang terletak di depan Kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan.



BAB IV

ASPEK KEUANGAN DAN KELAYAKAN USAHA


4.1    Jumlah dan Struktur Permodalan

Kebutuhan modal kerja pada JaSKiding meliputi biaya kebutuhan modal kerja. Adapun perincian bahan-bahan dan alat-alat nya adalah sebagai berikut :

·          Modal alat                       

Gerobak                           : Rp. 1.800.000

Gas                                   : Rp.    135.000

Kompor                            : Rp.      90.000

Regulator                          : Rp.    150.000

Selang gas                        : Rp.      75.000

Jumlah                              : Rp. 2.250.000

·          Modal bahan

3 pak gelas                       : Rp.    50.000

2 bungkus sendok            : Rp.    20.000

Jagung 7 kg                      : Rp.    42.000

Susu kental                       : Rp.    10.000

Keju                                  : Rp.  200.000

Toples                               : Rp.    50.000

Jumlah                              : Rp.   372.000

Jumlah total modal awal  : Rp. 2.250.000 + 372.000 = 2.622.000


4.2    Target Minimum Penjualan

Target minimum produksi perhari

7 kg jagung / hari                                : Rp   42.000                    

Target omset minimum perhari           : 35 cup atau gelas

35 cup atau gelas × Rp 6.000 = Rp. 210.000


4.3    Pengalokasian Dana

Beban biaya yang dikeluarkan setiap harinya :

Sewa tempat               : Rp.   10.000

Konsumsi                    : Rp.   20.000

Gaji 2 orang                : Rp.   20.000

Akomodasi                  : Rp.   10.000

Lain-lain                      : Rp.   50.000

Jumlah                         : Rp.  110.000



BAB V

PENUTUP


4.1 Kesimpulan

Demikianlah proposal bisnis ini kami buat. Untuk pengajuan modal usaha Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) yang akan kami jalankan. Semoga proposal ini dapat diterima dan dapat di pertimbangkan serta bermanfaat bagi kita semua. Tidak lupa kami mengucap syukur kepada Tuhan YME karena atas segala Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan proposal bisnis kami. Dan tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam pembuatan proposal ini.

Semoga proposal ini dapat diterima oleh semua pihak karena proposal ini merupakan tahap awal kami dalam memulai usaha Jagung Susu Kental Puding (JaSKiding) ini. Dengan selesainya proposal bisnis ini, kami berharap dapat segera mewujudkan usaha bisnis yang telah kami rencanakan ini. Segala saran dan kritik yang membangun sangatlah kami harapkan dari semua pihak, karena kami menyadari bahwa proposal kami masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik tersebut semoga saja dapat menjadi acuan atau pelajaran bagi kami semua untuk dapat menjadi lebih baik lagi dihari esok. Atas segala waktu dan perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Friday, November 10, 2017

Metode Penyusunan Kisi-kisi Evaluasi Hasil Belajar

METODE PENYUSUNAN KISI-KISI EVALUASI HASIL BELAJAR

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran TIK

Dosen : Hendro Setiadi Wiguna M.Pd



   



DISUSUN OLEH :

Kelompok 2

Rizka Maftukhatun
Ayi Agustin Junaedi Putri
Ida Siti Farida





PRODI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
MUHAMMADIYAH KUNINGAN
2017



KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kami haturkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Metode Penyusunan Kisi-kisi Evaluasi Hasil Belajar” dengan baik dan tepat waktu. Selanjutnya saya ucapkan terimakasih kepada Dosen Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran TIK yang telah memberikan arahan kepada kami selama kami mengikuti Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran TIK. Terakhir kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan akan kesediaannya untuk menyimak makalah yang kami susun ini. Akhir kata kami ucapkan selamat membaca semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Wassalamualaikum WR WB.

Kuningan, Oktober 2017

Tim Penyusun,


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
B.      Rumusan Masalah
C.      Tujuan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
A.      Pengertian Kisi-kisi
B.      Penyusunan Kisi-kisi Soal
C.      Perumusan Indikator Soal
BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan
B.      Saran


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
     Perencanaan suatu tes yang akan dilaksanakan pada prinsipnya sangat diperlukan agar hasil yang diharapkan dapat dicapai. Rencana yang teliti dan konseptual akan memberikan jaminan bahwa guru itu akan dapat mengukur penguasaan belajar yang relevan dengan hasil belajar yang representative. Dalam penyusunan tes, rencana itu disebut dengan tabel spesifikasi atau kisi-kisi soal ujian akan memberikan bimbingan yang terarah kepada penyusunan tes. Kisi-kisi atau tabel spesifikasi itu akan memberikan bantuan untuk menyiapkan tes sesuai dengan dan mewakili materi yang pernah diberikan dalam proses belajar mengajar aau kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh mahasiswa dalam bidang tertentu (yang diujikan).
     Tabel spesifikasi atau kisi-kisi soal kemudian dikaitkan dengan bentuk item yang akan digunakan. Juga dikaitkan di dalamnya jenjang kemampuan yang ingin diukur.

B.       Rumusan Masalah
1.        Apa Pengertian Kisi-Kisi?
2.        Bagaimana Penyusunan Kisi-Kisi?
3.        Bagaimana Format Kisi-Kisi Penyusunan Soal?
4.        Bagaimana Perumusan Indikator Soal?
5.        Bagaimana Tabel Spesifikasi Penyusunan Kisi-Kisi?

C.      Tujuan Makalah
1.        Mengetahui Pengertian Kisi-Kisi
2.        Mengetahui Penyusunan Kisi-Kisi
3.        Mengetahui Format Penyusunan Kisi-Kisi Soal
4.        Mengetahhui Perumusan Indikator Soal
5.        Mengetahui Tabel Spesifikasi Penyusunan Kisi-Kisi


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Kisi-kisi
       Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat kriteria tentang butir-butir soal yang akan ditulis.Kisi-kisi ini kemudian digunakan sebagai design atau rancangan penulisan soal yang harus diikuti oleh penulis soal.Kisi-kisi berisi ruang lingkup dan isi materi yang akan diujikan.Kisi-kisi merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang diujikan. Kisi-kisi bisa diartikan sebagai suatu format atau matriks berisi informasi yang dapat dijadikan petunjuk teknis dalam menulis soal menjadi alat tes atau evaluasi. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah agar perangkat tes yang akan disusun tidak menyimpang dari bahan atau dengan kata lain bertujuan untuk menjamin validitas isi dan relevasinya dengan kemampuan siswa.

B.     Penyusunan Kisi-Kisi Soal
        Penyusunan kisi-kisi soal merupakan kerangka dasar yang dipergunakan untuk penyusunan soal dalam evaluasi proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan kisi-kisi penulisan soal maka tidak akan terjadi penyimpangan tujuan dan sasaran dari penulisan soal untuk evaluasi penulisan soal. Guru hanya mengikuti arah dan isi yang diharapkan dalam kisi-kisi penulisan soal yang dimaksudkan.
Secara umum langkah dalam penyusunan kisi-kisi hanya 2, yaitu:
  •      Menentukan komponen-komponen yang perlu dimasukkan ke dalam kisi-kisi.
  •      Memasukkan semua komponen tersebut ke dalam suatu format atau matriks.
 Dalam penyusunan kisi-kisi soal, guru harus memperhatikan hal-hal berikut:
 1.  Nama sekolah
      Nama sekolah ini menunjukkan tempat penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang akan dievaluasi proses pembelajarannya. Ini merupakan identitas sekolah.
2.  Satuan pendidikan
    Satuan pendidikan menunjukkan tingkatan pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dan akan dievaluasi. Satuan pendidikan ini  misalnya SD, SMP, SMA/SMK.
3.  Mata Pelajaran
     Mata pelajaran yang dimaksudkan dalam hal ini adalah mata pelajaran yang akan dibuatkan kisi-kisi soal dan dievaluasi hasil belajar anak-anak. Misalnya Matematika.
4.  Kelas/semester
     elas/semester menunjukkan tingkatan yang akan dievaluasi, dengan menvantumkan kelas atau semsester ini, maka kita semakin tahu batasan materi yang akan kita jadikan soal evaluasi proses.
5.  Kurikulum acuan
    Seperti yang kita ketahui model kurikulum di negeri ini selalu berganti, akhirnya ada tumpah tindih antara kurikulum yang digunakan dan kurikulum baru. Untuk hal tersebut maka kita informasikan kurikulum yang digunakan dalam penyusunan kisi-kisi penulisan soal. Misalny, KTSP.
6.  Alokasi waktu
     Alokasi waktu ini ditulis sebagai penyediaan waktu untuk penyelesaian soal. Dengan alokasi ini, maka kita dapa memperkirakan kesulitan soal. Dan jumlah soal yang harus dibuat guru agar anak-anak tidak kehabisan waktu saat mengerjakan soal.
7.  Jumlah soal
     Jumlah soal menunjukkan berapa banyak soal yang harus dibuat dan dikerjakan anak-anak sesuai dengan jatah alokasi waktu yang sudah dikerjakan untuk ujian bersangkutan. Dalam hal ini guru sudah memperkirakan penggunaan waktu untk masing-masing soal.
8.  Penulis/guru mata pelajaran
    Ini menunjukkan identias guru mata pelajaran atau penulis kisi-kisi soal. Hal ini sangat penting untuk mengetahui tingkat kelayakan seseorang dalam penuisan kisi-kisi dan soalnya.
9.  Standar kompetensi
    Standar kompetensi menunjukan kondis standar yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan standar kompetensi ini maka guru dan anak didik dapat mempersiapakan segala yang harus dilakukan.
10. Kompetensi dasar
     Kompetensi dasar menunjukkan hal yang seharusnya dimiliki oleh anak didik setelah mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Dalam penulisan kisi-kisi soal aspek ini kita munculkan untuk mengevaluasi tingkat pencapaiannya.
11. Materi pelajaran
     Ini menunjukkan semua materi yang  diberkan untuk proses pendidikan dan pembelajaran. Dalam penulisan kisi-kisi soal, aspek ini merupakan batasan isi dari materi pelajaran yang kita jadikan soal.
12. Indikator soal
    Indicator soal menunjukan perkiraan kondisi yang diambil dalam soal ujian. Indikasi yang bagaimana dari materi pelajaran yang diterapkan disekolah.
13. Bentuk soal
     Bentuk soal yang dimaksudkan adalah subjektif tes atau objektif tes. Untuk memudahkan kita dalam menyusun soal, maka kita harus menentukan bentuk yes dalam setiap materi pelajaran yang kita ujikan dalam proses evaluasi.
14. Nomor soal
     Nomor soal menunjukkan urutan soal untuk materi atau soal yang guru buat. Dal hal ini, setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar, penulisan nomor soal dikisi-kisi penulisan soal tidak selalu berurutan.guru dapat menulis secara acak. Misalnya,  standar kompetensi A dan komptensi dasar A1 dapat saja diletakkan pada nomor 3 dan seterusnya sehingga tidak selalu standar kompetensi pertama dan kompetensir dasar pertama harus diurutkan di nomor satu.

C.     Perumusan Indikator Soal
      Indikator dalam kisi-kisi merupakan pedoman dalam merumuskan soal yang dikehendaki. Kegiatan perumusan indikator soal merupakan bagian dari kegiatan penyusunan kisi-kisi. Untuk merumuskan indikator dengan tepat, guru harus memperhatikan materi yang akan diujikan, indikator pembelajaran, kompetensi dasar, dan standar kompetensi. Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas. Syarat indikator yang baik:
1.     Menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat
2.   Menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan.
3.     Dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda).

Penulisan indikator yang lengkap mencakup :
A = audience (peserta didik)
B = behaviour (perilaku yang harus ditampilkan)
C = condition (kondisi yang diberikan)
D = degree (Tingkatan yang diharapkan)

Ada dua model penulisan indikator :
1.      Menempatkan kondisinya di awal kalimat
2.      Menempatkan peserta didik dan perilaku yang harus ditampilkan diawal kalimat


BAB III
PENUTUP


A.     Kesimpulan
         Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Kisi-kisi adalah suatu format (matriks) yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis tes atau merakit tes. Kisi-kisi berisi ruang lingkup dan isi materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal.
Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini:
  1. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional
  2. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami.
  3. Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal dalam kisi-kisi
Kegunaan kisi-kisi:
  1. Sebagai pedoman dalam penulisan tes (soal)
  2. Untuk mengarahkan dan memudahkan penulisan soal
B.     Saran
        Pemakalah menyadari pemaparan ini tidaklah mesti sebagai sesuatu yang mutlak kebenarannya. Sangat banyaklah kesalahan dan kekurangan yang ada. Pemakalah sangat mengharapkan adanya kritik yang membangun sehingga pembahasan ini semakin sempurna dan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai teknik penyusuna kisi-kisi soal secara umum.